Jakarta – Produk olahan susu sering kali dianggap sebagai pemicu masalah kardiovaskular, namun para ahli jantung menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Kardiolog Renato Apolito menjelaskan bahwa susu dan produk turunannya mengandung nutrisi esensial seperti protein, kalsium, dan vitamin D yang mendukung kekuatan otot serta fungsi jantung. Selama dikonsumsi dalam jumlah wajar dan tidak berlebihan, produk susu tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat tanpa meningkatkan risiko penyakit jantung secara signifikan.
Terdapat tiga produk utama yang direkomendasikan untuk kesehatan jantung, yaitu yogurt, kefir, dan keju. Yogurt dan kefir merupakan produk fermentasi yang kaya akan probiotik untuk menjaga keseimbangan mikrobioma usus dan membantu menurunkan peradangan kronis serta tekanan darah. Sementara itu, meskipun keju mengandung lemak jenuh, penelitian terbaru menunjukkan bahwa proses fermentasinya dapat memberikan efek netral bagi kesehatan pembuluh darah, asalkan dipilih varian yang tepat dan dikonsumsi secara bijak.
Untuk mendapatkan manfaat optimal, para ahli menyarankan agar produk olahan susu dikonsumsi tanpa tambahan gula berlebih. Penggunaan yogurt rendah lemak atau kefir dalam menu harian sebaiknya dikombinasikan dengan makanan tinggi serat seperti buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Dengan menjaga porsi terkontrol dan menghindari penggunaan mentega atau krim berlebih, produk olahan susu dapat menjadi penopang gaya hidup sehat yang mendukung kinerja jantung dalam jangka panjang. Dikutip dari Antaranews.com
