JAKARTA – Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, resmi melakukan pertemuan strategis dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, untuk membahas penguatan pendidikan vokasi dan pengembangan ekonomi kreatif (ekraf). Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, pada Rabu (8/4/2026) ini merupakan tindak lanjut nyata dari Nota Kesepahaman yang telah disepakati sejak November 2025. Fokus utama kolaborasi ini adalah menyelaraskan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri agar lulusan sekolah vokasi dapat langsung terserap ke dalam ekosistem ekonomi kreatif nasional.
Menteri Teuku Riefky mengungkapkan bahwa sektor ekraf saat ini telah melampaui target dengan menyerap sebanyak 27,4 juta tenaga kerja, yang mayoritas didominasi oleh generasi muda adaptif teknologi. Melalui kerja sama ini, Kementerian Ekraf dan Kemendikdasmen akan mengembangkan bahan ajar ekonomi kreatif khusus untuk SMK serta menyediakan program beasiswa akselerasi talenta unggul. Langkah ini dinilai sebagai solusi konkret untuk menekan angka pengangguran melalui penguatan kompetensi tenaga pendidik dan siswa berbasis industri kreatif yang kompetitif di kancah internasional.
Di sisi lain, Mendikdasmen Abdul Mu’ti mendorong agar implementasi kerja sama ini segera dijalankan pada tahun ajaran baru mendatang dengan fokus pada aspek komersialisasi produk kreatif siswa. Selain pengembangan bahan ajar, kedua kementerian menyepakati pilot project di sektor kuliner, gim, aplikasi, musik, hingga animasi yang sejalan dengan kompetensi keahlian di SMK. Sinergi ini juga mencakup program magang dan pembukaan akses peluang kerja global guna memastikan produk serta talenta siswa SMK memiliki nilai ekonomi tinggi dan strategi pemasaran yang kuat. Dikutip dari RRI.co.id
