Pamekasan – PT Pertamina Patra Niaga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperketat pengawasan distribusi BBM dan LPG bersubsidi agar lebih tepat sasaran. Langkah ini dilakukan menyusul apresiasi perusahaan terhadap keberhasilan Polda Jawa Timur dalam mengungkap berbagai dugaan penyalahgunaan energi bersubsidi di wilayah tersebut. Pertamina menegaskan bahwa perbedaan harga yang signifikan antara produk subsidi dan non-subsidi seringkali dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab, sehingga pengawasan kolektif menjadi kunci utama dalam menjaga integritas penyaluran energi nasional.
Executive General Manager Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Iwan Yudha Wibawa, menekankan bahwa sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat diperlukan untuk memastikan subsidi dinikmati oleh mereka yang berhak. Upaya penegakan hukum yang tegas diharapkan memberikan efek jera bagi pelaku penyelewengan. Pertamina juga berkomitmen untuk terus berkoordinasi secara transparan dan akuntabel guna menutup celah penyalahgunaan di lapangan, demi menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat kecil yang membutuhkan.
Sebagai langkah pencegahan, Pertamina mengimbau masyarakat untuk selalu membeli BBM di SPBU resmi serta LPG 3 kg di pangkalan resmi berplang hijau yang terjamin kualitas dan harganya. Warga diharapkan tetap waspada dan tidak ragu melaporkan segala bentuk indikasi penyalahgunaan energi subsidi kepada aparat penegak hukum terdekat atau melalui Pertamina Contact Center 135. Dengan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan distribusi energi subsidi tepat sasaran dapat terwujud secara maksimal di seluruh pelosok tanah air. Dikutip dari RRI.co.id
