Presiden Prabowo Buka Muktamar ke-35 NU, Simak Sejarah Singkat Berdirinya PBNU

Presiden Prabowo Buka Muktamar ke-35 NU, Simak Sejarah Singkat Berdirinya PBNU

Jombang – Presiden Prabowo Subianto resmi membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis, 27 Agustus 2026. Muktamar ke-35 NU tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan organisasi Islam yang telah berusia hampir satu abad di Indonesia. Berdasarkan informasi dari NU.or.id, Nahdlatul Ulama berdiri pada 31 Januari 1926 atau bertepatan dengan 16 Rajab 1344 Hijriah. Sejarah berdirinya NU tidak terlepas dari peran sejumlah ulama pesantren, salah satunya KH Abdul Wahab Chasbullah yang menggagas pembentukan sebuah jam’iyyah sekitar 1924.

Proses pendirian Nahdlatul Ulama juga melibatkan KH Hasyim Asy’ari dan KH Cholil Bangkalan. Gagasan KH Wahab Chasbullah kemudian disampaikan kepada KH Hasyim Asy’ari yang melakukan shalat istikharah sebelum memberikan persetujuan. Selain proses keagamaan tersebut, kelahiran NU berkaitan erat dengan persoalan umat Islam dan kondisi keagamaan di Hijaz pada masa itu. Ketika muncul rencana perubahan kebijakan keagamaan oleh Dinasti Saud di Arab Saudi, para ulama pesantren memperjuangkan kebebasan bermazhab dan keberlangsungan tradisi keagamaan. KH Wahab Chasbullah kemudian membentuk Komite Hijaz pada Januari 1926 dengan restu KH Hasyim Asy’ari. Dari kebutuhan untuk mengirim delegasi ke Muktamar Dunia Islam di Makkah inilah kemudian lahir Jam’iyah Nahdlatul Ulama, dengan nama Nahdlatul Ulama diusulkan oleh KH Mas Alwi bin Abdul Aziz.

Sebelum NU resmi berdiri, KH Wahab Chasbullah bersama para kiai pesantren telah membangun sejumlah wadah perjuangan, seperti Tashwirul Afkar pada 1914, Nahdlatul Wathan pada 1916, dan Nahdlatut Tujjar pada 1918. Rangkaian organisasi tersebut menjadi bagian dari proses panjang yang mengantarkan berdirinya NU pada 31 Januari 1926. Sejak awal, NU tidak hanya memberikan perhatian terhadap persoalan keagamaan dan tradisi bermazhab, tetapi juga persoalan sosial, ekonomi, pendidikan, serta kebangsaan. Kini, hampir satu abad setelah kelahirannya, Nahdlatul Ulama terus berkembang sebagai salah satu organisasi keagamaan dan kemasyarakatan terbesar di Indonesia. Pembukaan Muktamar ke-35 NU oleh Presiden Prabowo menjadi bagian dari perjalanan panjang NU dalam menjalankan peran keagamaan dan kebangsaan di Indonesia. Dikutip dari RRI.co.id