Petugas Tangani Karhutla Gunung Semeru di 7 Titik, Pemadaman Terus Dilakukan

Petugas Tangani Karhutla Gunung Semeru di 7 Titik, Pemadaman Terus Dilakukan

Lumajang, Jawa Timur – Petugas gabungan masih berjibaku mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Gunung Semeru yang terjadi di tujuh titik kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang Yudhi Cahyono mengatakan tujuh titik api tersebut berada di Ledok Bedor, Blok Jantur, Blok Ranukembang, Ayak-Ayak, Watu Rejeng, Ranu Kumbolo, dan Puncak Trisula. Pemadaman dilakukan secara terpadu oleh BPBD Lumajang bersama TNBTS dan tim gabungan di kawasan Desa Argosari serta Desa Ranupani, Kecamatan Senduro.

Untuk menjangkau titik api yang sulit diakses melalui jalur darat, dua helikopter bantuan BPBD Jawa Timur dikerahkan untuk melakukan water bombing. Tim BPBD Lumajang juga mengerahkan dua unit trail menuju jalur pendakian Ranu Kumbolo untuk menyisir titik api sekaligus memantau pergerakan helikopter. Pemadaman udara difokuskan di kawasan Blok Ayak-Ayak dan Bangunan Cilik, Desa Ranupani, sementara petugas di darat tetap melakukan pemadaman manual, membuat sekat api, dan memantau titik-titik yang telah berhasil dikendalikan. Upaya water bombing sebelumnya sempat dihentikan pada Jumat (28/8) siang akibat angin kencang.

Berdasarkan data sementara TNBTS, luas kawasan Gunung Semeru yang terdampak karhutla diperkirakan mencapai 160 hektare, dengan vegetasi kering menjadi salah satu jenis tanaman yang terbakar. Kepala Seksi PTN Wilayah III TNBTS Agus Kusuma Negara menyebut terdapat dua lanskap yang mengalami kebakaran secara masif, yakni Ayak-Ayak dan Bangunan Cilik. Penanganan melibatkan petugas TNBTS, BPBD Lumajang, relawan, masyarakat, serta dukungan BPBD Jawa Timur. Selain pemadaman, petugas terus melakukan pemantauan untuk memastikan titik api yang telah ditangani tidak kembali menyala. Dikutip dari Antaranews.com