Gunung Anak Krakatau Aktif, BMKG Pastikan Gelombang Selat Sunda Aman

Gunung Anak Krakatau Aktif, BMKG Pastikan Gelombang Selat Sunda Aman

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau tidak memicu anomali gelombang laut di Selat Sunda hingga Selasa. Plh Deputi Bidang Geofisika BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menegaskan pemantauan melalui 20 tsunami gauge dan HF Radar Array di Carita serta Tanjung Lesung menunjukkan probabilitas tsunami berada dalam kategori rendah di bawah 50 persen. Ketinggian gelombang di perairan Selat Sunda pun diprakirakan tetap stabil berkisar antara 0,5 hingga 3 meter di tengah kondisi cuaca cerah berawan.

Di sisi lain, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi Gunung Anak Krakatau berkategori strombolian atau skala kecil dengan amplitudo maksimum 48 mm berdurasi 19 detik. Mengantisipasi dampak abu vulkanik di udara, BMKG berkolaborasi dengan BNPB dan Kemenhub menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Sebanyak lima sorti penerbangan pesawat Cessna Caravan dikerahkan dari Bandara Pondok Cabe dan Halim Perdanakusuma untuk menyemai bahan semai garam, cairan CaCl2, serta penyemprotan kabut air (water mist) guna mempercepat peluruhan material abu.

Meski kondisi gelombang laut terpantau aman dan intervensi cuaca terus berjalan, BMKG mengimbau masyarakat di sekitar wilayah terdampak sebaran abu untuk tetap waspada. Warga diharapkan dapat membatasi aktivitas di luar ruangan serta mengenakan APD dasar seperti masker dan kacamata pelindung. Langkah prefentif ini penting untuk mengantisipasi potensi gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik yang berterbangan di atmosfer. Dikutip dari Antaranews.com