Kalimantan Tengah – Memastikan pengemudi dalam kondisi prima menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah kecelakaan lalu lintas. Hal tersebut menjadi perhatian PT Jasa Raharja (Persero) Wilayah Kalimantan Tengah melalui kegiatan Mobil Unit Keselamatan Lalu Lintas (MUKL) yang dilaksanakan pada 15–17 September 2026 di Travel Sumerta Sari, Terminal W.A. Gara, dan Perum DAMRI. Kegiatan ini difokuskan pada pemeriksaan kesehatan pengemudi sekaligus upaya meningkatkan kesadaran keselamatan bagi pengemudi dan pengguna jasa angkutan umum.
Melalui pemeriksaan kesehatan, Jasa Raharja melakukan langkah preventif dengan membantu mendeteksi kondisi kesehatan yang berpotensi memengaruhi konsentrasi, stamina, dan kesiapan pengemudi saat berkendara. Pengemudi juga diberikan edukasi agar senantiasa menjaga kebugaran, memperoleh waktu istirahat yang cukup, serta tidak memaksakan diri mengemudi ketika kondisi fisik tidak memungkinkan. Selain itu, kegiatan MUKL dimanfaatkan untuk mengenalkan aplikasi Jasfren sebagai salah satu kanal layanan dan informasi Jasa Raharja kepada masyarakat.
Kepala PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Kalimantan Tengah, Alfin Syahrin, menyampaikan bahwa aspek manusia, khususnya kondisi pengemudi, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keselamatan transportasi. “Pengemudi memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan keselamatan perjalanan. Karena itu, kami terus mendorong langkah-langkah preventif, salah satunya melalui pemeriksaan kesehatan dan edukasi keselamatan. Kami ingin memastikan pengemudi memahami pentingnya menjaga kondisi tubuh, istirahat yang cukup, dan tidak memaksakan diri ketika tidak dalam kondisi prima,” ujar Alfin.
Menurut Alfin, keselamatan perjalanan tidak hanya bergantung pada kondisi kendaraan dan infrastruktur, tetapi juga kesiapan pengemudi serta perilaku seluruh pengguna jalan. Karena itu, Jasa Raharja akan terus memperkuat kegiatan preventif dan edukasi keselamatan di lingkungan transportasi umum, termasuk melalui sinergi dengan pengelola angkutan dan pemangku kepentingan terkait. “Upaya pencegahan harus dilakukan sebelum kecelakaan terjadi. Dengan membangun kesadaran dan memastikan faktor keselamatan diperhatikan sejak awal perjalanan, kita bersama-sama dapat menciptakan perjalanan yang lebih aman bagi pengemudi maupun masyarakat,” pungkasnya.
