Kemenhub Dorong Kolaborasi Ekosistem Maritim untuk Penuhi Kebutuhan Armada Nasional

Kemenhub Dorong Kolaborasi Ekosistem Maritim untuk Penuhi Kebutuhan Armada Nasional

Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem maritim nasional sekaligus memenuhi kebutuhan armada nasional. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan kolaborasi antara pemerintah, operator, industri galangan kapal, pelabuhan, lembaga pembiayaan, hingga penyedia teknologi diperlukan untuk mewujudkan transportasi laut yang aman, selamat, andal, terjangkau, dan berdaya saing. Saat ini Indonesia memiliki 636 pelabuhan laut dan 132 pelabuhan penyeberangan yang mendukung konektivitas melalui berbagai trayek kapal.

Dari sisi armada, Indonesia saat ini memiliki 6.178 kapal penumpang dan 52.788 kapal barang. Namun, kebutuhan armada nasional hingga 2029 diproyeksikan mencapai sekitar 15.105 unit kapal. Sementara pembangunan kapal sepanjang 2024 hingga September 2026 tercatat sekitar 5.492 unit, sehingga masih terdapat kebutuhan tambahan sekitar 9.613 unit kapal. Kemenhub juga menyoroti pentingnya peremajaan armada, mengingat sejumlah kapal nasional telah berusia cukup tua, sehingga pemenuhan armada perlu terintegrasi dengan kemampuan industri galangan, ketersediaan komponen, pembiayaan, kepastian permintaan, serta kesiapan infrastruktur pelabuhan.

Kemenhub juga terus mendorong harmonisasi regulasi pelayaran dan pembangunan kapal nasional dengan tetap mengutamakan keselamatan serta standar kelaiklautan kapal. Sinkronisasi regulasi nasional dengan ketentuan International Maritime Organization (IMO) dan perkembangan teknologi dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan industri perkapalan dalam negeri. Pemerintah juga mendorong penyederhanaan proses dan birokrasi tanpa mengurangi standar keselamatan. Melalui kolaborasi ekosistem maritim, pemerintah berharap kebutuhan armada nasional dapat semakin selaras dengan kemampuan industri dalam negeri, sekaligus memperkuat sektor maritim dan meningkatkan konektivitas bagi masyarakat. Dikutip dari rri.co.id