Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus memantau dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap operasional penerbangan, khususnya di Papua. Berdasarkan laporan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah X pada 15 Oktober 2026, sebanyak 16 bandara di Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan terdampak kabut asap. Kondisi ini berpotensi mengurangi jarak pandang dan menyebabkan keterlambatan, penundaan, hingga pembatalan penerbangan.
Secara nasional, data per 13 Oktober 2026 mencatat 2.021 penerbangan domestik terdampak karhutla sejak 11 Agustus 2026. Sebanyak 919 penerbangan mengalami keterlambatan dan 1.067 penerbangan dibatalkan atau ditunda. Selain itu, sejumlah penerbangan dialihkan, kembali ke bandara keberangkatan, atau dimajukan jadwalnya. Pemerintah juga melakukan operasi water bombing untuk membantu penanganan karhutla dengan melibatkan 38 pesawat dari 11 operator selama periode 20 April hingga 12 Oktober 2026.
Kemenhub bersama pengelola bandara, AirNav Indonesia, maskapai, BMKG, dan instansi terkait terus berkoordinasi untuk menjaga keselamatan penerbangan. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengimbau masyarakat agar tetap tenang jika terjadi perubahan jadwal penerbangan akibat kabut asap. Penumpang diminta memeriksa informasi terbaru melalui maskapai sebelum menuju bandara serta memastikan kebenaran informasi melalui sumber resmi. Dikutip dari rri.co.id
