Sleman – PT Jasa Raharja melalui Samsat Sleman melaksanakan tindak lanjut data GASPOLL melalui program SIGAP Instansi/Prioritas sekaligus kegiatan Customer Relationship Management (CRM) di PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko pada Senin, 19 Oktober 2026. Kegiatan yang berlokasi di Jalan Raya Yogyakarta–Solo Km. 16, Tamanmartani, Kalasan, Sleman, ini bertujuan mengonfirmasi status kendaraan perusahaan serta menindaklanjuti informasi terkait administrasi kendaraan bermotor.
Kegiatan dilaksanakan oleh Diah Ayu P., Staf Administrasi Tingkat I Samsat Pembantu Maguwoharjo, bersama Agus Dwi Aryanto selaku Staf Legal Specialist PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko. Berdasarkan hasil konfirmasi, satu unit kendaraan yang tercatat atas nama perusahaan diketahui telah terjual. Pihak perusahaan juga menyampaikan bahwa empat armada bus berpelat kuning yang tersisa mengalami kerusakan, dengan hanya satu armada yang masih dapat beroperasi. Penjualan armada tersebut direncanakan secara bertahap hingga tahun depan.
Diah Ayu P. menyampaikan bahwa konfirmasi status kendaraan menjadi bagian penting dalam tindak lanjut data melalui SIGAP Instansi/Prioritas. “Melalui kegiatan ini, kami melakukan pencocokan informasi terkait kendaraan yang telah terjual agar statusnya dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan. Kami berharap komunikasi dengan pihak perusahaan dapat membantu memastikan data kendaraan tetap sesuai dengan kondisi sebenarnya,” ujarnya.
Terkait kondisi armada bus perusahaan, Diah menjelaskan bahwa informasi mengenai kendaraan yang tidak lagi beroperasi juga perlu menjadi perhatian dalam proses pendataan. “Informasi mengenai kondisi armada dan rencana penjualannya menjadi bahan koordinasi untuk mengetahui perkembangan status kendaraan. Dengan adanya komunikasi langsung seperti ini, tindak lanjut administrasi dapat dilakukan secara lebih terarah,” tambahnya.
Melalui kegiatan CRM, Jasa Raharja juga berupaya menjaga hubungan dan komunikasi dengan perusahaan agar perkembangan status kendaraan dapat terus dipantau. “Kami berharap koordinasi dengan PT Taman Wisata Candi dapat terus terjalin, terutama dalam menyampaikan perubahan status kendaraan dan menindaklanjuti kewajiban administrasi yang masih perlu diselesaikan. Dengan begitu, tertib administrasi kendaraan perusahaan dapat terus terjaga,” tutup Diah Ayu P.
