Jakarta – Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menekankan pentingnya penguatan pendidikan vokasi sebagai strategi utama untuk memperluas penempatan pekerja migran Indonesia ke luar negeri. Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani, menyatakan koordinasi lintas kementerian kini semakin solid berkat arahan dari Menko PMK Pratikno.
“Menempatkan pekerja migran Indonesia ke luar negeri adalah salah satu tugas utama kami. Dengan pertemuan lintas kementerian, proses ini kini bisa dilakukan secara lebih terintegrasi,” kata Christina Aryani dalam keterangan resmi, Sabtu (15/11/2025).
Christina menambahkan, P2MI tengah menyiapkan kebutuhan kompetensi pekerja migran secara lebih terukur. Langkah ini bertujuan agar lulusan vokasi dapat langsung terserap pasar kerja di luar negeri.
“Kami akan menyiapkan kompetensi yang dibutuhkan, kurikulum yang ideal, serta bahasa yang perlu dikuasai. Data ini nantinya akan diterapkan di SMK-SMK yang menjadi calon sumber tenaga kerja,” jelasnya.
Terkait rencana pemerintah memperbarui nomenklatur untuk mendukung program vokasi dan penempatan tenaga kerja, Christina menyebut pembahasan masih berlangsung.
“Ini berkaitan dengan bonus demografi dan kesiapan suplai dari SMK serta kebutuhan negara tujuan. Setelah semua siap, tentu akan diumumkan,” tambah Christina Aryani.
Sementara itu, Menko PMK Pratikno menyampaikan pemerintah sedang menyesuaikan kelembagaan melalui Peraturan Presiden (Perpres) untuk memperkuat koordinasi program vokasi dan penyiapan pekerja migran.
“Pertama adalah soal kelembagaan di dalam Perpres. Ada nomenklatur yang perlu disesuaikan. Misalnya, sebelumnya disebut Mendikbud, sekarang ada Kemendikdasmen dan Kemendiktisaintek,” ujar Pratikno.
Langkah ini diharapkan dapat memastikan integrasi antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan pasar kerja internasional, sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saing pekerja migran Indonesia di kancah global. Dikutip dari RRI.co.id.
