18 November, Hari Sawit Nasional: Fakta dan Sejarahnya

18 November, Hari Sawit Nasional: Fakta dan Sejarahnya

Jakarta – Indonesia memperingati Hari Sawit Nasional setiap 18 November sebagai bentuk penghargaan terhadap komoditas kelapa sawit yang menjadi salah satu pilar ekonomi nasional. Peringatan ini sekaligus menjadi momentum untuk mengenang sejarah panjang industri sawit di tanah air.

Awal Penanaman Sawit di Indonesia
Sejarah Hari Sawit Nasional bermula dari penanaman kelapa sawit komersial pertama di Indonesia pada 18 November 1911, yang dilakukan di kebun Sungai Liput, Aceh, dan Pulau Raja, Asahan, Sumatera Utara. Penanaman ini dipelopori oleh warga Jerman bernama Schadt, menjadikan Sumatera Utara sebagai pionir industri sawit nasional.

Setelah Perang Dunia I, industri kelapa sawit berkembang pesat. Pada 1919, ekspor minyak sawit pertama Indonesia dilakukan. Meskipun pohon kelapa sawit induk pertama mati pada 15 Oktober 1989, keturunannya masih dapat ditemui di Kebun Raya Bogor, menunjukkan kesinambungan sejarah perkebunan sawit.

Kelapa Sawit: Komoditas Strategis Nasional
Saat ini, kelapa sawit menjadi komoditas strategis yang menopang ekspor nonmigas, menggerakkan ekonomi daerah, serta mendukung sektor pangan, kosmetik, farmasi, dan biofuel. Industri sawit juga membuka lapangan kerja bagi jutaan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Tantangan dan Praktik Keberlanjutan
Pengembangan sawit tidak lepas dari tantangan terkait deforestasi, keberlanjutan, dan tata kelola lahan. Pemerintah bersama pelaku industri mendorong praktik ramah lingkungan melalui sertifikasi ISPO, kemitraan dengan petani, peningkatan produktivitas kebun, serta penguatan regulasi lingkungan.

Makna Hari Sawit Nasional
Hari Sawit Nasional menjadi momen refleksi untuk menyeimbangkan manfaat ekonomi dan tanggung jawab ekologis. Momentum ini juga mengingatkan pengelola perkebunan agar tata kelola, kesejahteraan petani, dan investasi hijau berjalan selaras demi keberlanjutan industri sawit Indonesia. Dikutip dari RRI.co.id