Jakarta – Bantuan seberat 4,1 ton telah dikirim ke tiga wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatra Barat melalui jalur udara. Pengiriman menggunakan helikopter BNPB, Basarnas, dan TNI dilakukan untuk menjangkau titik-titik yang masih terisolir, termasuk Pasaman Barat, Agam, dan Pesisir Selatan.
Di Kabupaten Agam, sebaran bantuan mencapai Palembayan 2,7 ton dan Malalak 535 kilogram. Sementara itu, pengiriman ke Talamau di Pasaman Barat sebesar 650 kilogram dan Muaro Aia 215 kilogram. Bantuan terdiri dari kebutuhan pangan seperti beras, minyak goreng, gula, makanan bayi, dan air mineral, serta nonpangan berupa popok bayi, pembalut, perlengkapan mandi, tikar, selimut, dan baju bayi.
Helikopter TNI AU memiliki kapasitas angkut 2 ton, Basarnas 350 kilogram, dan BNPB 150 kilogram, sehingga pola muatan disesuaikan dengan kebutuhan lapangan. BNPB mencatat wilayah terisolir seperti Kota Padang, Padang Pariaman, dan Agam masih membutuhkan perhatian khusus.
Selain distribusi udara, pengerahan eskavator dilakukan untuk membuka akses jalan tertutup longsor, agar distribusi bantuan darat dapat berjalan lebih lancar. Operasi udara diprioritaskan di Kabupaten Agam dan Pasaman Barat, sementara perbaikan akses darat bertujuan meningkatkan mobilitas masyarakat pascabencana.
BPBD Sumbar mencatat jumlah pengungsi terbesar berada di Pesisir Selatan 83.463 jiwa, diikuti Agam 6.320 jiwa, Padang 4.456 jiwa, Solok 3.133 jiwa, dan Pasaman Barat 2.607 jiwa. Dikutip dari RRI.co.id
