Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membuka rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto untuk membahas pembangunan enam ratus unit hunian bagi korban bencana di Aceh Tamiang. Rapat yang melibatkan sepuluh menteri dan lima belas direktur utama BUMN ini merupakan bagian dari rencana besar pembangunan lima belas ribu rumah yang dikelola oleh BPI Danantara di wilayah Sumatra. Pemerintah menargetkan sebagian besar hunian tersebut akan dibangun di Aceh, sementara sisanya tersebar di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Tahap awal sebanyak enam ratus unit di Aceh Tamiang dijadwalkan akan diserahkan kepada pemerintah daerah pada delapan Januari dua ribu dua puluh enam. Selain bangunan tempat tinggal, kompleks ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti taman bermain, jaringan internet, dapur umum, serta ratusan unit toilet dan kamar mandi. Langkah ini diambil untuk memastikan warga terdampak tidak hanya mendapatkan tempat berteduh, tetapi juga fasilitas sosial yang memadai untuk menunjang kehidupan sehari-hari.
Dalam kunjungan kerjanya, Presiden Prabowo meninjau langsung lokasi pembangunan didampingi oleh jajaran kementerian terkait, termasuk Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Menteri Pertahanan. Selain meninjau fisik bangunan, pemerintah juga melakukan koordinasi dengan Gubernur Aceh dan pimpinan daerah setempat untuk menjamin kelancaran distribusi hunian. Sinergi antara pemerintah pusat, BUMN, dan daerah menjadi kunci utama dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana di Aceh. Dikutip dari Antaranews.com
