Jakarta – Kepala Balai Besar MKG Wilayah II BMKG, Hartanto, menegaskan bahwa Stasiun Meteorologi Citeko memiliki peran vital dalam sistem peringatan dini banjir Jakarta. Stasiun ini menjadi rujukan utama untuk memantau curah hujan di wilayah hulu Sungai Ciliwung. Dalam kunjungannya pada Jumat, 2 Januari 2026, Hartanto menekankan pentingnya modernisasi peralatan serta pemeliharaan data manual guna menjaga konsistensi analisis cuaca jangka panjang.
Kepala Stasiun Meteorologi Citeko, Fathuri Syabani, menjelaskan bahwa data curah hujan dari Citeko digunakan untuk memantau potensi kenaikan muka air di Bendung Katulampa. Ia menyebutkan bahwa hujan lebat di wilayah Citeko biasanya akan berdampak langsung pada kenaikan debit air di Katulampa dalam waktu sekitar dua jam kemudian.
Melalui penguatan pengamatan di titik hulu ini, BMKG berkomitmen memastikan sistem peringatan dini bencana hidrometeorologi berjalan lebih andal. Langkah tersebut diharapkan dapat memaksimalkan upaya mitigasi banjir bagi masyarakat yang berada di wilayah hilir, khususnya Jakarta, secara berkelanjutan. Dikutip dari RRI.co.id
