Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar menerapkan pembelajaran jarak jauh bagi 210 satuan pendidikan yang terdampak banjir di Kalimantan Selatan. Kebijakan ini mencakup jenjang PAUD, SD, hingga SMP guna menjamin keselamatan siswa dan guru karena lingkungan sekolah yang terendam air. Kepala Dinas Pendidikan Liana Penny menyebutkan bahwa sebagian besar sekolah mengalami genangan hingga masuk ke ruang kelas sehingga tidak memungkinkan untuk aktivitas tatap muka.
Pelaksanaan belajar dari rumah ini diatur melalui surat edaran resmi yang bersifat fleksibel dan adaptif menyesuaikan kondisi setiap siswa. Sekolah dapat memanfaatkan media daring seperti WhatsApp dan Google Classroom atau menggunakan modul mandiri secara luring. Selain fokus pada materi pelajaran esensial, guru juga diminta memberikan dukungan psikososial dan edukasi mitigasi bencana kepada para peserta didik selama masa darurat.
Sementara itu, sekolah yang berada di wilayah aman tetap diperbolehkan melaksanakan kegiatan belajar tatap muka seperti biasa. Dinas Pendidikan akan terus memantau situasi lapangan untuk menentukan waktu kembali normalnya aktivitas sekolah. Orang tua diharapkan memberikan dukungan penuh agar proses edukasi anak tetap berjalan optimal meskipun dilakukan dari rumah hingga kondisi lingkungan dinyatakan benar-benar aman. Dikutip dari RRI.co.id
