Jakarta – Bank Indonesia mencatat aliran modal asing masuk bersih ke pasar keuangan domestik sebesar 1,44 triliun rupiah pada pekan pertama Januari 2026. Masuknya modal ini terutama didorong oleh investasi pada pasar saham sebesar 1,78 triliun rupiah dan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia sebesar 1,04 triliun rupiah. Namun, pada periode yang sama, instrumen Surat Berharga Negara justru mencatatkan modal keluar bersih sebesar 1,38 triliun rupiah.
Pergerakan modal asing ini terjadi di tengah kenaikan premi risiko investasi Indonesia serta penguatan indeks dolar Amerika Serikat yang menekan nilai tukar rupiah. Rupiah tercatat dibuka melemah pada kisaran 16.815 per dolar Amerika Serikat seiring dengan peningkatan imbal hasil surat berharga negara tenor sepuluh tahun ke level 6,15 persen. Meskipun terdapat tekanan pada nilai tukar, posisi investasi asing sejak awal tahun di pasar saham dan obligasi pemerintah masih menunjukkan tren akumulasi yang positif.
Menyikapi perkembangan tersebut, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus mengoptimalkan bauran kebijakan guna menjaga ketahanan eksternal ekonomi nasional. Koordinasi erat dengan pemerintah dan otoritas terkait tetap menjadi prioritas untuk menghadapi fluktuasi pasar keuangan global. Strategi ini diharapkan dapat terus menjaga kepercayaan investor global terhadap fundamental ekonomi Indonesia sepanjang tahun ini. Dikutip dari Antaranews.com
