Kemendukbangga dan BKKBN Tekan Angka Stunting di Minahasa Selatan

Kemendukbangga dan BKKBN Tekan Angka Stunting di Minahasa Selatan

Jakarta – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga atau BKKBN memberikan perhatian khusus terhadap percepatan penurunan stunting di Kabupaten Minahasa Selatan. Berdasarkan data SSGI 2024, prevalensi stunting di wilayah tersebut masih mencapai 28,1 persen. Meski demikian, kabupaten ini dinilai memiliki modal kuat melalui praktik baik daerah, salah satunya dibuktikan dengan raihan Penghargaan Kampung Keluarga Berkualitas Terbaik di tingkat nasional.

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menegaskan bahwa penanganan stunting memerlukan kolaborasi lintas sektor yang mencakup kesehatan, sanitasi, pola asuh, hingga lingkungan keluarga. Langkah ini menjadi bagian dari prioritas nasional untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satu strategi utama yang didorong adalah Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau GENTING untuk mendampingi keluarga berisiko.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar berkomitmen penuh dengan menginstruksikan seluruh jajarannya mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, hingga kepala sekolah untuk menjadi orang tua asuh. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah ini diharapkan dapat menekan angka stunting di Minahasa Selatan secara signifikan melalui tindakan nyata di lapangan. Dikutip dari RRI.co.id