Surabaya – PT PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur memperkenalkan inovasi Virtual Reality bertema Virtual Journey to Green Power untuk memantau perkembangan energi baru terbarukan di wilayah tersebut. Teknologi ini memungkinkan sejumlah pembangkit seperti PLTSa Benowo dan PLTP Ijen dipantau serta dikendalikan secara digital dari satu lokasi terpusat di Surabaya. Melalui sistem ini, operasional dan pemeliharaan terbatas dapat dilakukan dengan lebih efisien tanpa harus mengunjungi lokasi pembangkit yang tersebar di berbagai daerah secara fisik.
Dalam implementasinya, teknologi ini memvisualisasikan keberhasilan PLTSa Benowo dalam mengolah 1.600 ton sampah setiap harinya menjadi energi bersih yang mencapai 166,1 Gigawatt hour pada tahun 2024. Selain itu, diperlihatkan pula potensi panas bumi di PLTP Ijen serta rencana pengembangan energi surya di wilayah Madura. Saat ini, kapasitas daya pembangkit berbasis energi baru terbarukan di Jawa Timur tercatat sebesar 293 MW atau sekitar 3,5 persen dari total kapasitas sistem yang saat ini masih didominasi oleh pembangkit fosil.
Selain sebagai alat monitoring, penggunaan Virtual Reality ini diposisikan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat mengenai transisi energi dan teknologi ramah lingkungan. PLN berharap langkah digitalisasi ini dapat membangun kepercayaan publik sekaligus memberikan informasi yang akurat guna menekan penyebaran berita bohong. PLN juga menargetkan peningkatan rasio elektrifikasi di pulau-pulau kecil sekitar Madura agar dapat menikmati aliran listrik selama 24 jam penuh pada tahun 2027 mendatang. Dikutip dari Antaranews.com
