Samboja — PT Jasa Raharja Kanwil Kalimantan Timur bersama Polsek Samboja melaksanakan kegiatan Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) di SMP Negeri 1 Samboja pada Senin, 19 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menanamkan budaya keselamatan berlalu lintas sejak usia dini.
Program PPKL menyasar tenaga pendidik sebagai agen perubahan dalam membangun kesadaran tertib berlalu lintas di lingkungan sekolah dan masyarakat. Melalui pendekatan edukatif dan interaktif, pengajar mendapatkan pemahaman mengenai keselamatan berkendara, pentingnya disiplin berlalu lintas, serta peran pelajar dalam menciptakan lingkungan jalan yang aman dan berkeselamatan.
Dalam kegiatan ini, Polsek Samboja menyampaikan materi keselamatan lalu lintas yang menekankan perilaku aman di jalan, pemahaman rambu lalu lintas, serta risiko kecelakaan akibat pelanggaran. Edukasi ini diharapkan mampu membentuk karakter pelajar yang sadar keselamatan dan menjadi pelopor tertib berlalu lintas di lingkungannya masing-masing.
PT Jasa Raharja Kanwil Kalimantan Timur juga memberikan pemaparan mengenai peran dan fungsi Jasa Raharja sebagai Badan Usaha Milik Negara yang memberikan perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas. Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman sejak dini mengenai pentingnya keselamatan sebagai bentuk perlindungan terhadap diri sendiri dan orang lain.
Kakanwil PT Jasa Raharja Kalimantan Timur, Wanda P. Asmoro, menyampaikan bahwa edukasi keselamatan kepada pengajar merupakan investasi jangka panjang dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas. “Melalui program PPKL, kami mendorong peran aktif tenaga pendidik sebagai agen perubahan yang menanamkan nilai keselamatan sejak dini. Jasa Raharja berkomitmen hadir tidak hanya dalam penjaminan korban kecelakaan, tetapi juga melalui upaya preventif untuk membangun budaya berlalu lintas yang aman dan berkeselamatan,” ujarnya.
Melalui sinergi antara Jasa Raharja dan Polsek Sambojoa, kegiatan PPKL ini diharapkan dapat memperkuat budaya keselamatan berlalu lintas di kalangan pelajar serta mendukung upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan usia sekolah di wilayah Kalimantan Timur.
