Bandung – Forum Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FKLLAJ) Provinsi Jawa Barat menggelar rapat koordinasi intensif guna membahas pelaksanaan kegiatan survei dan penelitian lapangan terpadu yang dilakukan oleh Korlantas Polri bersama PT Jasa Raharja. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam memastikan kesiapan jalan tol dan arteri utama di wilayah Jawa Barat menghadapi potensi lonjakan arus mudik pada pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
Rapat koordinasi yang dilaksanakan pada Rabu, 29 Januari 2026, bertempat di Aula Sabilulungan Polresta Bandung ini dihadiri oleh perwakilan Korlantas Polri, Direktorat Jenderal Bina Marga, PT Jasa Raharja Kanwil Utama Jawa Barat serta sejumlah pemangku kepentingan terkait, di antaranya Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat dan badan usaha pengelola jalan tol. Pertemuan tersebut secara khusus menyoroti hasil survei lapangan terbaru yang telah dilakukan di sejumlah ruas jalan strategis.
Pembahasan difokuskan pada identifikasi titik-titik rawan kecelakaan lalu lintas, evaluasi kondisi infrastruktur jalan tol seperti Tol Cisumdawu dan Tol Cileunyi–Garut, serta jalur arteri utama Bandung–Rancaekek yang diprediksi mengalami peningkatan volume kendaraan signifikan selama masa mudik Lebaran. Selain itu, forum juga membahas kesiapan sarana dan prasarana pendukung keselamatan, termasuk rambu, penerangan jalan, serta akses layanan darurat.
Dalam rapat tersebut disampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mengantisipasi peningkatan volume kendaraan yang diperkirakan mencapai 30 hingga 40 persen selama periode Operasi Ketupat 2026. Oleh karena itu, diperlukan langkah antisipatif yang terukur dan terintegrasi guna menjamin kelancaran serta keselamatan perjalanan masyarakat.
Sebagai hasil rapat, Forum Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Jawa Barat merekomendasikan sejumlah langkah konkret, antara lain peningkatan jumlah dan kesiapan posko pengawasan serta Pos Pelayanan Terpadu Check Point, pelaksanaan simulasi evakuasi kecelakaan lalu lintas, serta penguatan integrasi dan pemanfaatan data kecelakaan melalui sistem Integrated Road Safety Management System (IRSMS). Rekomendasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan dan tindakan lapangan yang efektif selama penyelenggaraan Operasi Ketupat 2026 di wilayah Jawa Barat.
