Jakarta – Badan Pusat Statistik mencatat bahwa pergerakan Indeks Perkembangan Harga di sejumlah wilayah terdampak bencana di Sumatera pada awal Februari 2026 didominasi oleh fluktuasi harga komoditas pangan seperti cabai dan beras. Di Provinsi Aceh, kenaikan harga tertinggi terjadi di Kota Langsa yang mencapai 3,68 persen akibat naiknya harga beras, daging sapi, dan cabai rawit, sementara Aceh Selatan dan Aceh Singkil juga mengalami peningkatan yang didorong oleh komoditas cabai merah. Meski demikian, Kabupaten Nagan Raya justru mencatatkan sedikit penurunan harga pada komoditas bawang merah dan telur ayam.
Kondisi serupa terjadi di Sumatera Utara, di mana Kota Tebing Tinggi dan Kabupaten Asahan mengalami kenaikan harga yang dipicu oleh cabai merah serta beras. Sebaliknya, penurunan harga yang cukup signifikan terlihat di Kabupaten Nias sebesar 3,60 persen karena merosotnya harga cabai merah dan daging ayam ras. Di Sumatera Barat, lonjakan harga terpantau di Kota Padang Panjang dan Kabupaten Lima Puluh Kota, namun wilayah seperti Payakumbuh dan Pesisir Selatan justru mengalami deflasi akibat penurunan harga cabai dan bawang merah.
Secara keseluruhan, laporan ini menunjukkan bahwa distribusi pangan di wilayah bencana sangat memengaruhi stabilitas ekonomi lokal. Komoditas cabai merah dan beras tetap menjadi faktor utama yang menentukan arah perubahan indeks harga. Pemerintah melalui kementerian terkait terus memantau data perkembangan harga ini guna mengambil langkah intervensi yang tepat agar beban masyarakat di daerah terdampak bencana tidak semakin berat akibat kenaikan harga kebutuhan pokok. Dikutip dari Antaranews.com
