Bandung – Kementerian Ekonomi Kreatif resmi meluncurkan program Radio Ekraf 2026 di Cihampelas Walk, Bandung, sebagai upaya memperkuat peran radio sebagai ruang kolaborasi dan pengembangan talenta kreatif. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menekankan bahwa radio kini diposisikan sebagai mesin pertumbuhan baru bagi ekonomi kreatif di daerah. Program ini diharapkan menjadi titik luncur bagi insan kreatif untuk memperkenalkan karya serta membangun model bisnis yang lebih berkelanjutan.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyambut baik inisiatif ini karena sejalan dengan karakter Bandung yang memiliki ekosistem penyiaran kuat dan sejarah panjang sebagai ruang ekspresi komunitas. Sebanyak 29 stasiun radio, yang mencakup radio swasta PRSSNI dan RRI Bandung, bersinergi melakukan siaran langsung secara bergiliran. Kolaborasi besar ini bertujuan untuk menghadirkan aktivitas interaktif yang menjangkau masyarakat luas secara langsung.
Program Radio Ekraf di Bandung ini dijadwalkan berlangsung selama satu bulan penuh, mulai 8 Februari hingga 9 Maret 2026. Selama periode tersebut, masyarakat dapat mengunjungi studio terbuka di area publik Cihampelas Walk setiap hari pada pukul sepuluh pagi hingga enam sore. Kehadiran studio terbuka ini memberikan kesempatan bagi publik untuk berinteraksi langsung dengan ekosistem kreatif sekaligus menyaksikan proses penyiaran secara transparan. Dikutip dari RRI.co.id
