Magelang – Dalam rangka menyukseskan gelaran Operasi Keselamatan Candi 2026, Tim Pembina Samsat Kebumen melaksanakan kegiatan sosialisasi dan Safety Campaign yang dipusatkan di Jalan Tentara Pelajar, Kabupaten Kebumen, Rabu (11/02/2026).
Kegiatan kolaboratif ini melibatkan jajaran Satlantas Polres Kebumen, Jasa Raharja, UPPD Samsat Kebumen, serta BPKPD Kebumen. Berbeda dengan operasi pada umumnya, aksi kali ini menonjolkan pendekatan yang ramah dan edukatif guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan di jalan raya serta ketertiban administrasi kendaraan.
Di lapangan, petugas tidak hanya fokus pada pemeriksaan kelengkapan administrasi kendaraan dan kepatuhan berlalu lintas, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para pengguna jalan. Sebagai bentuk apresiasi bagi pengendara yang tertib, petugas membagikan suvenir dan makanan ringan (snack).
Pendekatan persuasif ini bertujuan agar pesan keselamatan berkendara dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Pengendara diberikan pemahaman mendalam mengenai manfaat membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) serta pentingnya Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Cabang Jasa Raharja Magelang, Nifar Siahaan, menyampaikan bahwa setiap kegiatan lapangan yang dilakukan Jasa Raharja selalu berlandaskan pada mandat perlindungan dasar bagi masyarakat. Ia merujuk pada dua regulasi utama, UU No. 33 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang. UU No. 34 Tahun 1964 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.
“Melalui Safety Campaign ini, kami ingin masyarakat memahami bahwa SWDKLLJ yang dibayarkan bersamaan dengan pajak kendaraan adalah instrumen perlindungan negara. Jasa Raharja hadir memberikan kepastian jaminan bagi korban kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.
Operasi Keselamatan Candi 2026 ini diharapkan mampu menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Kebumen secara signifikan. Dengan sinergi yang terus terjaga antarinstansi, Tim Pembina Samsat optimis kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban administrasi kendaraan bermotor akan terus meningkat.
“Kami berharap melalui edukasi yang humanis ini, budaya tertib berlalu lintas akan tumbuh dengan sendirinya di tengah masyarakat, sehingga terwujud lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar,” tutup Nifar.
