Balikpapan — Dalam upaya meningkatkan kesadaran keselamatan serta kesiapsiagaan masyarakat di kawasan transportasi laut, PT Jasa Raharja Kanwil Kalimantan Timur melaksanakan kegiatan Mobil Unit Keselamatan Lalu Lintas (MUKL) dan Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) pada 23 Februari 2026 di Dermaga Kampung Baru, Kota Balikpapan. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Klinik BK Lanal Balikpapan sebagai bentuk sinergi dalam mendukung keselamatan masyarakat pesisir dan pengguna transportasi laut.
Kegiatan MUKL dan PPGD menyasar awak kapal, pekerja pelabuhan, serta masyarakat pengguna jasa penyeberangan di Dermaga Kampung Baru. Melalui pendekatan edukatif dan praktis, peserta mendapatkan pemahaman mengenai keselamatan transportasi, penanganan awal korban kecelakaan, serta langkah-langkah darurat sebelum memperoleh penanganan medis lanjutan.
Selain edukasi, layanan MUKL juga menghadirkan pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pengecekan tekanan darah, kondisi kesehatan dasar, serta konsultasi singkat oleh tenaga medis dari Klinik BK Lanal Balikpapan. Layanan ini menjadi langkah preventif untuk memastikan masyarakat berada dalam kondisi sehat dan prima sebelum melakukan aktivitas perjalanan laut.
Kakanwil PT Jasa Raharja Kalimantan Timur, Wanda P. Asmoro menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi preventif untuk menekan risiko kecelakaan, khususnya di kawasan simpul transportasi laut yang memiliki mobilitas tinggi.
“Melalui kegiatan MUKL dan PPGD ini, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan serta membekali keterampilan pertolongan pertama yang dapat menyelamatkan nyawa dalam kondisi darurat. Sinergi dengan Klinik BK Lanal Balikpapan menjadi langkah strategis dalam memperluas jangkauan edukasi dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Jasa Raharja berkomitmen untuk terus menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata dengan #MelayaniSepenuhHati bagi masyarakat sebagai wujud kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum. Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan diharapkan mampu memperkuat upaya menciptakan transportasi yang aman, tertib, dan berkeselamatan di wilayah Kalimantan Timur.
