Mamuju – PT Jasa Raharja Cabang Mamuju melaksanakan kegiatan Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) di Terminal Simbuang sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan para petugas transportasi dalam menangani korban kecelakaan lalu lintas. Senin (02/03/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh para sopir angkutan umum, petugas terminal, serta perwakilan dari komunitas transportasi yang beroperasi di wilayah Mamuju dan sekitarnya. Pelatihan difokuskan pada penanganan pertama di lokasi kejadian, termasuk teknik dasar bantuan hidup (Basic Life Support), penanganan perdarahan, penanganan patah tulang, serta prosedur evakuasi korban kecelakaan dengan aman dan cepat.
Kepala Cabang Jasa Raharja Mamuju Bapak Rusmin Nuryadin menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk menekan fatalitas korban kecelakaan lalu lintas. “Seringkali, penanganan pertama yang tepat dalam beberapa menit awal pascakecelakaan sangat menentukan keselamatan korban. Melalui pelatihan ini, kami berharap para pengemudi dan petugas terminal dapat bertindak cepat, tepat, dan tidak panik saat menghadapi kondisi darurat,” ujarnya.
Selain pelatihan praktik langsung, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai peran dan fungsi Jasa Raharja dalam memberikan perlindungan dasar kepada korban kecelakaan lalu lintas sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Sosialisasi ini mencakup tata cara pengajuan santunan serta pentingnya kelengkapan administrasi kendaraan dan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas.
Kegiatan PPGD ini turut mendapat dukungan dari pihak pengelola Terminal Simbuang serta instansi terkait di wilayah Mamuju. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam menciptakan sistem transportasi yang aman dan responsif terhadap keadaan darurat.
Melalui kegiatan ini, PT Jasa Raharja Cabang Mamuju menegaskan komitmennya untuk tidak hanya hadir dalam penyaluran santunan, tetapi juga aktif dalam program pencegahan dan peningkatan keselamatan berlalu lintas. Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai titik strategis lainnya di wilayah Sulawesi Barat.
