Klaten – Dalam rangka memastikan keselamatan transportasi menjelang arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Pemerintah Kabupaten Klaten bersama Forum Komunikasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FKLLAJ) melaksanakan kegiatan ramp check terhadap kendaraan angkutan umum di Terminal Ir. Soekarno Klaten. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 10 Maret 2026 yang bertujuan untuk memastikan kesiapan armada angkutan umum serta kondisi kesehatan awak kendaraan yang akan melayani masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026.
Kegiatan ramp check tersebut dihadiri langsung oleh Hamenang Wajar Ismoyo selaku Bupati Klaten, jajaran Kepolisian Resor Klaten, Dinas Perhubungan Kabupaten Klaten, Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, pengelola terminal, serta perwakilan dari PT Jasa Raharja. Kehadiran berbagai instansi ini menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan keselamatan transportasi dan memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik.
Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah armada angkutan umum yang beroperasi di terminal. Pemeriksaan meliputi aspek administrasi kendaraan, seperti kelengkapan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), masa berlaku uji berkala kendaraan bermotor (KIR), serta dokumen operasional angkutan. Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan kondisi fisik kendaraan yang mencakup sistem pengereman, fungsi lampu penerangan, kondisi ban dan tekanan angin, sistem kemudi, serta kelengkapan perangkat keselamatan kendaraan seperti alat pemadam api ringan (APAR).
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menyampaikan bahwa kegiatan ramp check ini merupakan langkah preventif untuk memastikan seluruh kendaraan angkutan umum yang akan digunakan selama masa mudik berada dalam kondisi laik jalan. Pemeriksaan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga.
Selain pemeriksaan teknis kendaraan, kegiatan ini juga dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi dan awak angkutan umum. Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh tim medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten yang mencakup pemeriksaan kondisi fisik serta tes urine untuk mendeteksi kemungkinan penggunaan zat terlarang. Pemeriksaan kesehatan tersebut disediakan bagi 100 peserta, baik pengemudi maupun awak angkutan, sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan fisik dan mental pengemudi dalam menjalankan perjalanan jarak jauh selama periode mudik.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan PT Jasa Raharja menyampaikan bahwa kegiatan ramp check ini merupakan bagian dari sinergi Forum Komunikasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dalam upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas. Kegiatan ini juga menjadi langkah preventif untuk memastikan bahwa kendaraan dan awak angkutan yang beroperasi selama masa Angkutan Lebaran berada dalam kondisi aman dan memenuhi standar keselamatan yang berlaku.
Selain melakukan pemeriksaan kendaraan dan kesehatan pengemudi, PT Jasa Raharja juga memberikan imbauan keselamatan berlalu lintas kepada para pengemudi dan operator kendaraan angkutan umum. Imbauan tersebut menekankan pentingnya menjaga kondisi kendaraan, mematuhi peraturan lalu lintas, serta mengutamakan keselamatan penumpang selama perjalanan.
Sebagai bagian dari Forum Komunikasi Lalu Lintas, PT Jasa Raharja terus berkomitmen untuk mendukung berbagai kegiatan pencegahan kecelakaan lalu lintas. Hal ini sejalan dengan tugas dan fungsi PT Jasa Raharja dalam memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat melalui dua program pertanggungan wajib, yaitu Asuransi Kecelakaan Penumpang Angkutan Umum berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1964 serta Asuransi Tanggung Jawab Menurut Hukum terhadap Pihak Ketiga berdasarkan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 1964.
Kegiatan ramp check ini mendapat sambutan positif dari para pengemudi serta pemilik kendaraan angkutan umum, mengingat pentingnya kesiapan kendaraan dalam menghadapi perjalanan jarak jauh selama musim mudik Lebaran. Melalui sinergi antara pemerintah daerah, aparat kepolisian, instansi terkait, dan operator transportasi, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan sehingga arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar bagi seluruh masyarakat.
