Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa Indonesia telah resmi mencapai swasembada solar menyusul peresmian proyek pembangunan kilang minyak atau Refinery Development Master Plan di Balikpapan oleh Presiden Prabowo Subianto. Dengan beroperasinya fasilitas tersebut, kebutuhan solar nasional kini dapat sepenuhnya dipenuhi oleh produksi dalam negeri sehingga pemerintah tidak perlu lagi melakukan impor dari luar negeri. Langkah ini dianggap sebagai pencapaian besar dalam sektor energi nasional sekaligus menjadi landasan kuat untuk memperkuat kemandirian dan keamanan pasokan energi di masa depan.
Proyek kilang di Balikpapan ini merupakan salah satu investasi infrastruktur energi terbesar di Indonesia dengan nilai mencapai 123 triliun rupiah. Fasilitas ini memiliki kapasitas pengolahan minyak mentah hingga 360 ribu barel per hari, yang mampu mencukupi sekitar seperempat dari total kebutuhan bahan bakar minyak secara nasional. Selain meningkatkan volume produksi, proyek ini juga bertujuan untuk memperbaiki kualitas produk bahan bakar minyak menjadi standar yang lebih ramah lingkungan serta mendorong hilirisasi industri petrokimia yang lebih terintegrasi di tanah air.
Secara ekonomi, operasional kilang ini diprediksi akan memberikan dampak signifikan melalui penghematan devisa negara hingga 68 triliun rupiah per tahun karena berkurangnya ketergantungan pada impor. Presiden Prabowo menekankan pentingnya memaksimalkan seluruh sumber daya energi alam Indonesia agar negara tidak lagi bergantung pada pihak asing. Sejalan dengan visi tersebut, pemerintah juga berencana untuk menghentikan total impor solar bagi penyedia bahan bakar swasta pada tahun 2026 mendatang yang didukung oleh keberhasilan proyek kilang ini dan penguatan program biodiesel nasional. Dikutip dari Antaranews.com
