Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital menegaskan komitmennya untuk memeratakan akses internet guna mendukung sistem pembelajaran berbasis digital di seluruh wilayah Indonesia. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memperkuat konektivitas di daerah terpencil demi memberikan kesempatan belajar yang setara antara wilayah pelosok dan perkotaan. Hingga kini, jaringan internet telah menjangkau sekitar 97 persen wilayah berpenduduk, namun pemerintah terus berupaya memperluas jaringan generasi kelima atau 5G yang saat ini cakupannya masih di bawah 10 persen.
Dalam upaya meningkatkan kualitas konektivitas, pemerintah menetapkan target ambisius untuk meningkatkan kecepatan internet nasional hingga mencapai 100 Mbps dalam tiga tahun ke depan. Saat ini, kecepatan rata-rata internet di Indonesia masih berada di kisaran 45 Mbps, yang dinilai masih berada di bawah rata-rata kawasan Asia Tenggara. Meskipun kondisi geografis dan jumlah penduduk yang besar menjadi tantangan, langkah-langkah strategis terus dilakukan secara bertahap untuk memastikan seluruh masyarakat bisa menikmati layanan digital yang berkualitas.
Pemerataan infrastruktur ini dianggap sebagai dasar utama bagi keberhasilan kebijakan pendidikan berbasis digital di masa depan. Di wilayah yang padat penduduk, pemerintah fokus menjaga stabilitas layanan, sementara untuk daerah terpencil, pembangunan infrastruktur terus diakselerasi. Dengan kesiapan sarana digital yang mumpuni, proses transformasi pembelajaran di Indonesia diharapkan dapat berjalan lebih maksimal dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Dikutip dari RRI.co.id
