Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendesak Kementerian Pariwisata untuk mengalihkan fokus dari sekadar promosi besar-besaran ke pembangunan infrastruktur dasar. Menurutnya, promosi ke luar negeri yang sangat gencar tidak akan efektif jika tidak dibarengi dengan kesiapan akses jalan, sanitasi, dan konektivitas transportasi publik di lokasi destinasi. Ia menegaskan bahwa mempromosikan pariwisata tanpa kesiapan infrastruktur yang memadai hanya akan memberikan janji kosong kepada wisatawan.
Politisi PDIP ini juga mengkritik alokasi anggaran kementerian yang dinilai terlalu fokus pada proyek berbasis acara atau event semata. Novita menyoroti pentingnya visi jangka panjang yang lebih substansial, terutama terkait pemerataan tata ruang pariwisata yang selaras dengan aspek ekologis. Ia berpendapat bahwa pemerataan destinasi wisata di Indonesia akan sulit tercapai jika implementasi rencana tata ruang wilayah dan detail tata ruang tidak berjalan dengan konsisten.
Di sisi lain, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana melaporkan bahwa sektor pariwisata nasional sebenarnya menunjukkan kinerja positif sepanjang tahun 2025 dengan pertumbuhan kunjungan sebesar 10,44 persen. Hingga November 2025, tercatat sebanyak 13,98 juta kunjungan wisatawan mancanegara yang berkontribusi pada raihan devisa sebesar 13,82 miliar dolar AS. Meski angka pertumbuhan ini signifikan, tantangan terkait infrastruktur dasar yang disampaikan DPR menjadi catatan penting bagi keberlanjutan sektor pariwisata ke depan. Dikutip dari RRI.co.id
