Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum menyiapkan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi muara sungai di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang terdampak bencana. Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa penanganan ini sangat krusial karena muara sungai memiliki peran vital dalam sistem pengendalian banjir dan pengaturan sedimen laut. Berdasarkan data kementerian, terdapat total 23 muara sungai yang terdampak di ketiga provinsi tersebut dengan status penanganan yang beragam, mulai dari yang sudah berjalan hingga yang masih dalam tahap perencanaan.
Dalam proses pengerjaannya, Menteri Dody menekankan penggunaan kapal keruk atau dredger untuk mengatasi pendangkalan berat akibat sedimentasi pascabencana. Penggunaan alat khusus ini dinilai lebih efektif dibandingkan alat berat biasa, namun tetap memerlukan perencanaan desain pembuangan material yang matang. Jika material hasil pengerukan akan dimanfaatkan kembali sebagai tanggul, maka desain kekuatannya harus diperhitungkan secara teknis agar mampu menahan beban banjir di masa depan.
Kepala BBWS Sumatera II Medan Feriyanto Pawenrusi menambahkan bahwa kondisi muara sangat menentukan keberhasilan normalisasi sungai secara keseluruhan. Jika muara tersumbat atau menyempit, aliran air dari hulu akan tetap meluap ke pemukiman meskipun sungai di bagian atas sudah dibenahi. Oleh karena itu, penanganan muara ini akan diintegrasikan dalam rencana rehabilitasi pascabencana yang berkelanjutan demi mengurangi risiko bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatra secara menyeluruh. Dikutip dari RRI.co.id
