Bela Negara Bukan Sekadar Kewajiban, tapi Hak Anak Bangsa – MPR

Bela Negara Bukan Sekadar Kewajiban, tapi Hak Anak Bangsa – MPR

Jakarta — Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menegaskan bahwa membela negara bukan hanya kewajiban, tetapi juga hak setiap warga negara. Pernyataan ini disampaikannya saat memberikan sambutan pada peluncuran buku Untold Story: Bawa Mereka Pulang di Jakarta, Selasa (5/11/2025).

Buku karya Fenty Effendy tersebut menceritakan kisah pembebasan 10 ABK Indonesia yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Mindanao, Filipina, pada 2016. Saat itu, Lestari merupakan bagian dari Tim Kemanusiaan Surya Paloh yang aktif dalam upaya pembebasan sandera.


Hak Warga untuk Membela Bangsa

Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, semangat membela bangsa harus dijalankan meski restu negara belum sepenuhnya diperoleh.

“Ketika restu negara belum didapat, tetapi semangat untuk membebaskan anak bangsa sudah bulat, kita harus mengedepankan hak kita untuk membela bangsa ini,” ujar Rerie.


🤝 Kolaborasi Pentahelix dalam Upaya Pembebasan

Rerie menilai Tim Kemanusiaan Surya Paloh, yang terdiri dari unsur media, partai politik, bisnis, dan institusi pendidikan, menjadi contoh nyata kolaborasi pentahelix dalam mengatasi masalah kemanusiaan.

“Tim ini menunjukkan bahwa upaya pembebasan sandera tidak hanya melalui jalur politik, tetapi juga melibatkan berbagai elemen masyarakat,” tambah Rerie.


🎓 Pendidikan sebagai Bagian dari Kesepakatan Pembebasan

Salah satu kesepakatan dalam proses pembebasan sandera adalah 10 ABK dibebaskan, sementara 40 anak Mindanao mendapatkan akses pendidikan gratis di Sekolah Sukma Bangsa, Aceh, yang dikelola Yayasan Sukma Bangsa.

Menurut Rerie, langkah ini menunjukkan bahwa pendidikan dan kemanusiaan berjalan beriringan dalam diplomasi rakyat.

“Upaya kemanusiaan ini tidak hanya menyelamatkan sandera, tetapi juga membuka kesempatan belajar bagi generasi muda Mindanao,” ujarnya.Dikutip dari antaranews.com