Tapanuli Tengah – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah memperbarui data korban bencana banjir bandang dan longsor. Hingga Minggu (7/12/2025), jumlah korban meninggal mencapai 103 orang, sementara 100 orang masih hilang.
Data resmi Pemkab Tapteng menunjukkan 20 kecamatan terdampak, dengan korban terbanyak di Kecamatan Pandan, Tukka, dan Sitahuis. Selain itu, 524 orang terluka dan total 296.454 warga terdampak bencana. Sebanyak 18.331 warga mengungsi ke titik pengungsian.
Proses pencarian korban masih berlangsung dengan bantuan tim SAR, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat. Cuaca buruk dan akses sulit menjadi tantangan utama evakuasi.
Sebaran korban per kecamatan:
- Pandan: 25 tewas
- Tukka: 25 tewas, 59 hilang
- Badiri: 12 tewas, 12 hilang
- Sarudik: 4 tewas
- Tapian Nauli: 4 tewas, 11 hilang
- Pinangsori: 2 tewas, 3 hilang
- Sibabangun: 3 tewas, 9 hilang
- Sukabangun: 1 tewas
- Sorkam: 2 tewas
- Barus Utara: 2 tewas
- Sitahuis: 23 tewas, 6 hilang
Pemkab mengimbau warga tetap waspada dan mengikuti arahan petugas karena potensi bencana susulan masih tinggi. Dikutip dari RRI.co.id
