Bisa Cepat Busuk, Ini Daftar Makanan Segar yang Sebaiknya Tidak Disimpan dalam Kulkas

Bisa Cepat Busuk, Ini Daftar Makanan Segar yang Sebaiknya Tidak Disimpan dalam Kulkas

Jakarta – Menjaga kesegaran buah dan sayuran di rumah sering kali menjadi tantangan tersendiri, terutama saat melihat bahan makanan membusuk di dalam laci penyimpanan. Banyak orang beranggapan bahwa kulkas adalah tempat terbaik untuk segala jenis bahan pangan, namun faktanya, beberapa makanan segar justru lebih cepat rusak jika terkena suhu dingin. Melansir laporan dari Eating Well pada Jumat (13/3/2026), cara penyimpanan yang tidak tepat menjadi penyebab utama pemborosan makanan di tingkat rumah tangga. Beberapa bahan seperti tomat dan pisang adalah contoh nyata yang justru kehilangan kualitas rasa dan teksturnya jika disimpan dalam lemari es.

Tomat dan pisang memiliki karakteristik unik yang membuat keduanya tidak tahan terhadap lingkungan dingin. Tomat yang diletakkan di kulkas akan mengalami perubahan seluler yang membuatnya lembek dan kehilangan rasa segarnya, sehingga lebih disarankan untuk disimpan di atas meja dapur jauh dari sinar matahari langsung. Sementara itu, pisang sebagai buah tropis dapat mengalami “cedera pendinginan” jika dipaksa masuk ke suhu rendah. Proses ini tidak hanya menghambat pematangan alami, tetapi juga menyebabkan kulit berubah cokelat dengan cepat serta memicu rasa pahit yang mengecewakan.

Selain buah-buahan, herbal segar dan bawang bombay juga memerlukan perhatian khusus terkait sirkulasi udara dan kelembapan. Herbal seperti basil, peterseli, dan ketumbar akan layu sebelum waktunya jika terkena udara dingin kulkas. Cara terbaik menyimpannya adalah dengan memperlakukannya seperti bunga potong, yakni diletakkan dalam gelas berisi air pada suhu ruang. Di sisi lain, bawang bombay membutuhkan lingkungan yang kering dan berventilasi baik agar kulit tipisnya tidak lembap. Menyimpan bawang di kulkas atau berdekatan dengan kentang justru akan mempercepat pembusukan akibat paparan gas dan uap air yang saling memengaruhi.

Dengan memahami metode penyimpanan yang tepat, masyarakat tidak hanya dapat mempertahankan kualitas rasa masakan, tetapi juga berkontribusi dalam menekan angka limbah makanan. Kunci utama dalam menjaga kesegaran adalah mengenali asal dan karakteristik setiap bahan; bahan organik yang menyukai suhu ruangan sebaiknya dibiarkan di tempat sejuk dan gelap dengan aliran udara yang cukup. Meski demikian, pengecualian berlaku untuk jenis bawang dengan kadar air tinggi seperti daun bawang dan kucai yang tetap memerlukan suhu dingin agar lebih awet. Melalui langkah sederhana ini, bahan pangan tetap prima dan anggaran dapur pun menjadi lebih hemat. Dikutip dari Antaranews.com