Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat bahwa telah terjadi sebanyak 3.176 kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia hingga tanggal 24 Desember 2025. Kepala BNPB, Suharyanto, menyampaikan bahwa mayoritas bencana tersebut didominasi oleh fenomena hidrometeorologi basah, yang mencakup peristiwa banjir, cuaca ekstrem, serta tanah longsor. Dalam keterangannya, ia menekankan bahwa tingginya angka bencana ini memerlukan perhatian serius tidak hanya dari pemerintah pusat, tetapi juga menuntut kesiapsiagaan aktif dari pemerintah daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.
Sejalan dengan data tersebut, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa kondisi cuaca saat ini dipengaruhi oleh fase La Nina lemah yang diprediksi akan bertahan hingga awal tahun 2026. Fenomena ini menyebabkan perairan Indonesia bertindak sebagai pendorong pertumbuhan awan hujan yang sangat intensif, sehingga curah hujan di berbagai wilayah mengalami peningkatan signifikan. BMKG memperkirakan puncak musim hujan akan terjadi pada Januari 2026, sementara penurunan intensitas hujan baru akan mulai terlihat pada Februari 2026, khususnya untuk wilayah pesisir timur Aceh, Sumatera Utara, dan Riau. Dikutip dari RRI.co.id
