Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan 6,9 ton bantuan logistik ke wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatera Utara. Distribusi dilakukan melalui jalur udara dan darat untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa 1.278 kilogram bantuan dikirim melalui udara ke kawasan terisolasi seperti Hajoran Parmonangan, Batangtoru, dan Desa Labu Tua di Tapanuli Selatan. Bantuan mencakup beras, minyak goreng, mie instan, dan susu untuk pemenuhan gizi masyarakat.
Sementara itu, distribusi melalui jalur darat mengangkut 5.710 kilogram logistik ke wilayah Humbang Hasundutan dan Pinangsuri. Paket bantuan darat terdiri dari mie instan, biskuit, beras, obat-obatan, vitamin, masker, pembalut bayi, dan pakaian layak pakai. BNPB juga mengirim dukungan teknis seperti generator listrik dan drum bahan bakar bagi Kodam I Bukit Barisan untuk mendukung operasi lapangan.
Abdul Muhari menegaskan BNPB akan terus memperluas distribusi logistik agar seluruh wilayah terdampak menerima bantuan secara merata dan tepat waktu. Hingga 11 Desember 2025, tercatat 343 korban meninggal, 98 hilang, dan 53.523 warga mengungsi di Sumatera Utara akibat banjir dan longsor yang melanda provinsi tersebut. Dikutip dari RRI.co.id
