BNPB: Seorang Penyintas Stroke Meninggal Dunia Saat Banjir Terjang Sukoharjo

BNPB: Seorang Penyintas Stroke Meninggal Dunia Saat Banjir Terjang Sukoharjo

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan adanya satu korban jiwa dalam peristiwa banjir yang melanda Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Korban yang diketahui merupakan seorang penyintas stroke meninggal dunia setelah sempat dievakuasi ke rumah sakit saat pemukiman tempat tinggalnya terendam air. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh hujan deras berdurasi lama sejak Minggu malam, yang menyebabkan sistem drainase serta aliran sungai meluap di tiga wilayah utama, yakni Kecamatan Polokarto, Mojolaban, dan Grogol.

Selain menelan korban jiwa, banjir ini memberikan dampak signifikan terhadap infrastruktur dan mobilitas warga dengan tercatatnya 46 rumah terdampak serta tujuh akses jalan yang tergenang. Kondisi tersebut memaksa sedikitnya 13 kepala keluarga untuk mengungsi ke titik aman di Desa Bakalan dan tanggul Dukuh Klatak. Sebagai langkah antisipasi jika debit air kembali meningkat, pemerintah daerah telah menyiagakan lokasi pengungsian tambahan di Tanggul Jatiteken guna memastikan warga mendapatkan perlindungan yang layak di tengah situasi darurat.

Tim petugas gabungan dari BPBD dan unsur terkait kini terus bersiaga di lapangan untuk melakukan asesmen cepat terkait kerusakan dan kebutuhan mendesak para pengungsi. BNPB mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan, untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi. Warga di daerah rawan diperingatkan agar segera mengikuti arahan petugas untuk melakukan evakuasi dini jika hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur, demi mencegah jatuhnya korban jiwa lebih lanjut dalam musibah banjir di Jawa Tengah ini. Dikutip dari Antaranews.com