Jakarta – BPH Migas menyatakan hilirisasi migas menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi dan mendukung transisi energi menuju emisi nol bersih.
Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho mengatakan hilirisasi migas meningkatkan nilai tambah industri, menarik investasi, dan membuka lapangan kerja. Program ini membutuhkan infrastruktur kuat, termasuk fasilitas pengolahan minyak, terminal BBM dan LPG, serta jaringan pipa gas bumi. Fasilitas petrokimia juga mendukung produksi bahan baku dalam negeri sekaligus menekan impor.
Salah satu capaian nyata hilirisasi adalah pabrik petrokimia terintegrasi di Cilegon, Banten, yang baru diresmikan Presiden Prabowo Subianto. Hilirisasi gas bumi juga berperan sebagai jembatan energi bersih, mempercepat pencapaian energi terbarukan.
Program B40 (Biodiesel 40 persen) telah diterapkan sejak Januari 2025, sementara program E10 (Etanol 10 persen) ditargetkan berjalan pada 2027. Tenaga Ahli ESDM Satya Hangga Yudha menekankan bahwa program ini mengurangi impor minyak, menghemat devisa, dan perlu sinkronisasi antara bahan bakar fosil dan energi terbarukan untuk mencapai target emisi nol bersih. Dikutip dari Antaranews.com
