BSSN Perkuat Pertahanan Siber Nasional Melalui Kolaborasi Quad Helix

BSSN Perkuat Pertahanan Siber Nasional Melalui Kolaborasi Quad Helix

Jakarta – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem keamanan siber nasional melalui strategi kolaborasi Quad Helix. Langkah strategis ini mengintegrasikan peran empat pilar utama, yakni pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas, guna menciptakan ruang digital Indonesia yang tangguh dan terpercaya.

Dalam acara Silaturahmi Ramadan bersama pimpinan redaksi media di Jakarta pada Selasa (10/03/2026), BSSN juga menempatkan media massa sebagai mitra strategis. Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik BSSN, Berty B. W. Sumakud, menyatakan bahwa media memiliki peran krusial dalam menyebarkan literasi keamanan siber dan membangun ketahanan nasional. “Keamanan siber adalah fondasi kepercayaan ekosistem digital. Tanpa ketahanan yang kuat, transformasi digital nasional tidak akan berjalan optimal,” tegas Berty.

Dialog keamanan siber bertajuk CyberTalk yang digelar dalam rangkaian acara tersebut menyoroti pentingnya keseimbangan antara tiga unsur utama: people, process, dan technology. Pakar keamanan siber, I Made Wiryana, menekankan bahwa selama ini unsur manusia (people) sering kali terabaikan dalam berbagai inisiatif. Oleh karena itu, edukasi dan literasi digital menjadi kunci utama agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga benteng pertahanan pertama dalam menghadapi ancaman siber.

Menghadapi krisis siber yang semakin kompleks, pakar komunikasi Ermiel Thabrani mengingatkan pentingnya narasi publik yang transparan. Media berperan besar dalam membantu komunikasi krisis guna menjaga kepercayaan (trust) masyarakat saat terjadi insiden siber. Sebagai langkah nyata ke depan, BSSN memperkenalkan agenda Cyber Resilience and Defense 2026, sebuah forum koordinasi nasional yang dirancang khusus untuk mengantisipasi dan merespons ancaman siber masa depan secara lebih taktis dan terintegrasi. Dikutip dari RRI.co.id