Perum Bulog mencatat sejarah baru dengan memecahkan rekor penyerapan gabah tertinggi sepanjang tahun 2025 sebagai langkah nyata dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan bahwa perusahaan berhasil menyerap Gabah Kering Panen sebanyak 4.537.490 ton, yang merupakan angka pengadaan tertinggi sepanjang sejarah berdirinya Bulog. Pencapaian ini diperkuat dengan penyerapan gabah kering giling serta beras, sehingga total pengadaan setara beras mencapai lebih dari 3,1 juta ton pada periode tersebut.
Keberhasilan luar biasa ini merupakan hasil dari strategi kehadiran aktif tim Bulog di lapangan untuk menjemput bola dan memastikan hasil panen petani terserap dengan harga yang adil. Penyerapan dilakukan sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah sebesar 6.500 rupiah per kilogram guna melindungi kesejahteraan petani dan menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen. Selain itu, Bulog membangun sinergi lintas sektor dengan TNI, Polri, serta sesama BUMN untuk memastikan keamanan fasilitas pergudangan dan kelancaran distribusi pangan di seluruh Indonesia secara terintegrasi.
Atas kontribusi besar dalam mengawal swasembada pangan nasional, Bulog mendapatkan apresiasi langsung dari Presiden Prabowo Subianto dalam acara Panen Raya Nasional di Karawang. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas peran profesional Bulog sebagai stabilisator pangan yang transparan dan akuntabel dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Dengan cadangan beras yang semakin kuat, pemerintah optimistis dapat mempertahankan kedaulatan pangan dan meningkatkan daya saing sektor pertanian Indonesia di masa depan. Dikutip dari Antaranews.com
