Yogyakarta – Puluhan titik bencana hidrometeorologi terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta akibat cuaca ekstrem pada Rabu, 18 Februari 2026. Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryanta, menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang merata di seluruh wilayah telah menimbulkan dampak kerusakan di empat kabupaten dan kota. Kabupaten Bantul menjadi wilayah terdampak paling luas dengan 25 titik bencana di 7 kecamatan, yang mengakibatkan belasan rumah rusak dan akses jalan terganggu di berbagai lokasi.
Kabupaten Sleman juga mengalami dampak signifikan di 19 titik yang tersebar di 8 kecamatan, mencakup kejadian pohon tumbang, talud longsor, serta kerusakan pada rumah tinggal dan jaringan listrik. Sementara itu, di Kabupaten Gunungkidul, cuaca ekstrem melanda 6 kapanewon yang menyebabkan belasan pohon tumbang serta gangguan pada jaringan internet dan listrik. Di Kota Yogyakarta, tercatat ada 7 titik lokasi bencana yang didominasi oleh kejadian pohon tumbang dan dahan patah yang mengganggu akses jalan kampung serta fasilitas umum.
Hingga saat ini, proses asesmen dan penanganan dampak bencana masih terus dilakukan oleh BPBD kabupaten/kota dengan melibatkan relawan dan masyarakat sekitar. Agustinus menegaskan bahwa seluruh data kerusakan yang dilaporkan saat ini masih bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan pendataan terbaru di lapangan. Warga diimbau untuk tetap waspada mengingat proses evakuasi pohon tumbang dan perbaikan jaringan infrastruktur yang rusak masih terus berjalan. Dikutip dari Metrotvnews.com
