Diare Melanda Anak-anak Pengungsi Bencana Sumut, Perlu Dukungan Medis

Diare Melanda Anak-anak Pengungsi Bencana Sumut, Perlu Dukungan Medis

Tapanuli Tengah – Pasca banjir bandang dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, anak-anak pengungsi di posko Desa Aekraisan, Kecamatan Adiancoting, terserang diare.

Fitri, salah seorang pengungsi, mengatakan bahwa anak-anak mengalami diare bercampur darah dan demam tinggi beberapa hari setelah bencana. Beberapa anak juga sempat kejang akibat kondisi tersebut. Beruntung, puskesmas setempat memberikan obat dan pelayanan kesehatan gratis.

Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, memperpanjang status tanggap darurat bencana selama 14 hari karena 19 desa masih terisolir, sehingga penyaluran bantuan melalui jalur darat sulit dilakukan. Desa-desa terisolir antara lain Simarpinggan, Pargaringan, Sialogo, Panjalihotan Baru, Danau Pandan, Muara Sibuntuon, Sibiobio, Bonandolo, Mardame, Naga Timbul, Rampah, Simaninggir, Nauli, Bair, Aloban Bair, Mela Dolok, Tapian Nauli Saurmanggita, Sait Kalangan II, Hutanabolon, dan Sipange.

Perpanjangan status tanggap darurat diharapkan memudahkan penyaluran bantuan dan penanganan kesehatan bagi warga terdampak. Dikutip dari RRI.co.id