Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus mendorong percepatan penyelesaian pembangunan Pelabuhan Wanam di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Proyek ini diprioritaskan untuk memperkuat ketahanan pangan, energi, dan air nasional, serta menjadi simpul logistik utama dalam mendukung kawasan swasembada pangan. Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menyatakan bahwa pelabuhan ini merupakan investasi jangka panjang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah timur Indonesia.
Upaya percepatan tersebut ditandai dengan penandatanganan kontrak penyelesaian pekerjaan hingga seratus persen di Gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta. Hingga pertengahan Desember 2025, progres fisik pembangunan sisi laut pelabuhan dilaporkan telah mencapai 87,39 persen. Dalam proses penyelesaiannya, pemerintah menunjuk PT Dua Samudera Perkasa sebagai pelaksana pekerjaan dengan tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas, transparansi, serta kualitas hasil yang tepat mutu dan tepat waktu.
Pembangunan Pelabuhan Wanam juga merupakan implementasi dari visi Astacita Presiden Prabowo Subianto yang fokus pada swasembada pangan dan pemerataan infrastruktur di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal. Dengan konektivitas laut yang semakin kuat di Papua Selatan, distribusi logistik diharapkan menjadi lebih efisien dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi pembangunan nasional. Dikutip dari Antaranews.com
