Denpasar, Februari 2026 — Forum Komunikasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FKLL) digelar di Polresta Denpasar dalam rangka mendukung pelaksanaan Operasi Keselamatan Agung 2026. Kegiatan ini menjadi wadah koordinasi lintas sektor guna menyatukan langkah dan strategi seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kota Denpasar dan sekitarnya. Rabu (04/02/2026).
FKLL tersebut dipimpin oleh Kabagops Polresta Denpasar dan dihadiri oleh Kasatlantas Polresta Denpasar, perwakilan Jasa Raharja Wilayah Bali, Dinas Perhubungan Kota Denpasar, Dinas Perhubungan Kabupaten Badung, serta Denpom IX/Udayana. Kehadiran seluruh stakeholder ini mencerminkan komitmen bersama dalam menciptakan lalu lintas yang aman dan berkeselamatan melalui kolaborasi lintas sektor.
Dalam forum tersebut, Polresta Denpasar melalui Satlantas berperan sebagai leading sector dalam Operasi Keselamatan Agung 2026, khususnya dalam penegakan hukum, pengaturan arus lalu lintas, serta pelaksanaan kegiatan preemtif dan preventif berupa edukasi dan sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat. Satlantas juga memaparkan pemetaan titik rawan kecelakaan dan pelanggaran yang menjadi fokus pengawasan selama operasi berlangsung.
Jasa Raharja Wilayah Bali turut berperan aktif dalam mendukung upaya pencegahan kecelakaan melalui edukasi keselamatan serta penyampaian peran dan fungsi Jasa Raharja sebagai penjamin korban kecelakaan lalu lintas. Jasa Raharja juga menegaskan komitmennya melalui kampanye nasional Satu Nyawa Terlalu Banyak, yang menekankan bahwa setiap kecelakaan dengan korban jiwa merupakan kehilangan besar yang harus dicegah agar tidak ada lagi yang menjadi korban.
Dinas Perhubungan Kota Denpasar dan Dinas Perhubungan Kabupaten Badung berperan dalam aspek teknis dan rekayasa lalu lintas, meliputi pengelolaan rambu dan marka jalan, manajemen lalu lintas, serta pengawasan kelaikan sarana dan prasarana transportasi. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menciptakan kondisi lalu lintas yang tertib dan aman, khususnya di kawasan rawan kecelakaan dan jalur dengan tingkat aktivitas tinggi.
Sementara itu, Denpom IX/Udayana menyampaikan dukungannya dalam meningkatkan disiplin berlalu lintas, khususnya bagi anggota TNI, serta memperkuat sinergi penegakan aturan di lapangan. Keterlibatan Denpom diharapkan dapat menjadi teladan dan memperkuat budaya tertib berlalu lintas di masyarakat.
Kabagops Polresta Denpasar dalam arahannya menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Agung 2026 bukan semata-mata kegiatan penindakan, melainkan upaya bersama untuk membangun kesadaran dan budaya keselamatan berlalu lintas. Melalui FKLL ini, seluruh stakeholder berkomitmen untuk terus bersinergi dalam menurunkan angka kecelakaan dan fatalitas, karena keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama, dan Satu Nyawa Terlalu Banyak untuk menjadi korban.
