Bontang – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa program revitalisasi industri pupuk nasional hingga tahun 2029 diproyeksikan mampu menurunkan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen. Langkah strategis ini juga ditargetkan dapat meningkatkan kapasitas produksi sebanyak 700 ribu ton tanpa menambah beban anggaran negara atau APBN. Program ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk memperkuat industri pupuk nasional melalui peremajaan tujuh pabrik yang dijadwalkan selesai dalam beberapa tahun ke depan.
Dalam peresmian revitalisasi pabrik amonia di Bontang, Kalimantan Timur, Mentan menjelaskan bahwa modernisasi fasilitas produksi telah menciptakan efisiensi sekitar 10 persen. Selain memangkas biaya operasional, sektor pupuk juga diklaim memberikan tambahan keuntungan bagi negara hingga 132 triliun rupiah pada tahun 2025. Namun, pemerintah tetap menekankan pentingnya distribusi yang tepat waktu agar manfaat dari efisiensi produksi ini benar-benar dirasakan oleh petani dan mendukung produktivitas pertanian nasional secara optimal.
Direktur Utama Pupuk Indonesia menambahkan bahwa peremajaan pabrik tertua ini mampu menghemat biaya operasional hingga 200 miliar rupiah serta jauh lebih ramah lingkungan dengan penurunan emisi sebesar 110 ribu ton. Momentum peresmian ini juga bertepatan dengan pencapaian Indonesia dalam meraih kembali swasembada pangan. Saat ini, Pupuk Indonesia terus melanjutkan pembangunan tiga pabrik lainnya sebagai bagian dari komitmen untuk mendukung visi besar kemandirian pangan nasional dan efisiensi industri pupuk di masa depan. Dikutip dari Antaranews.com
