Jakarta – IHSG Bursa Efek Indonesia dibuka menguat 55,00 poin atau 0,62 persen ke posisi 8.991,75 pada perdagangan Senin pagi. Kenaikan ini diikuti oleh indeks LQ45 yang juga menguat ke level 872,53. Pergerakan positif indeks domestik ini sejalan dengan kondisi bursa saham di kawasan Asia yang mayoritas bergerak di zona hijau, seperti indeks Nikkei dan Strait Times.
Penguatan pasar modal dipengaruhi oleh data tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih rendah dari estimasi, sehingga memicu ekspektasi pelaku pasar terhadap penurunan suku bunga The Fed. Meskipun data tenaga kerja melambat, kondisi ekonomi global dianggap masih cukup tangguh. Investor kini tengah menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat serta laporan keuangan kuartal IV dari perbankan besar di Wall Street.
Dari dalam negeri, analis memproyeksikan IHSG akan berkonsolidasi pada rentang 8.860 hingga 9.000 sepanjang pekan ini. Selain memantau sentimen global, pelaku pasar juga akan mencermati rilis data ekonomi domestik seperti data penjualan eceran atau retail sales. Perkembangan geopolitik dan aksi korporasi emiten tetap menjadi faktor tambahan yang diperhatikan dalam menentukan arah pergerakan pasar. Dikutip dari Antaranews.com
