IHSG Ditutup Melemah di Akhir Pekan, Investor Waspadai Sentimen Global

IHSG Ditutup Melemah di Akhir Pekan, Investor Waspadai Sentimen Global

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 0,09 persen ke posisi 8.832,76 pada akhir pekan. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak tidak stabil, sempat menguat di awal sesi namun terkoreksi di sesi kedua. Indeks juga mencatat level tertinggi di 8.689 dan level terendah di 8.617.

Dari total saham yang diperdagangkan, 384 saham naik, 308 turun, dan 264 stagnan. Tekanan terbesar datang dari saham sektor energi, teknologi, dan barang primer yang mengalami penurunan paling dalam. Meski IHSG melemah, arus modal asing justru masuk dengan catatan beli bersih sebesar Rp206,01 miliar. Saham yang paling banyak dibeli investor asing antara lain COIN, PTRO, IMPC, ASII, dan WIFI.

Volume perdagangan mencapai 47,43 miliar lembar saham, dengan 2,54 juta kali transaksi dan total nilai perdagangan sebesar Rp20,44 triliun. Kapitalisasi pasar berada pada level Rp15.843 triliun.

Dari sisi sentimen domestik, pasar merespons positif kenaikan cadangan devisa Indonesia yang mencapai USD150,1 miliar pada November, level tertinggi sejak Agustus. Kenaikan ini memberikan sinyal stabilitas ekonomi meski tidak cukup kuat mendorong IHSG ke zona hijau.

Sementara itu, bursa Asia ditutup bervariasi. Investor regional mengambil sikap hati-hati menjelang rilis data Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) Amerika Serikat, indikator inflasi penting yang dapat mempengaruhi kebijakan suku bunga The Federal Reserve. Pelaku pasar global masih memperkirakan adanya potensi pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember. Dikutip dari RRI.co.id