IHSG Hari Ini Dibuka Rebound, Berpotensi Terus Menguat

IHSG Hari Ini Dibuka Rebound, Berpotensi Terus Menguat

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dan dibuka menguat 0,28 persen ke level 7.122,99 pada perdagangan Selasa, 31 Maret 2026. Rebound ini terjadi setelah pada hari sebelumnya IHSG terkoreksi tipis ke level 7.091,67 akibat aksi jual bersih (net sell) investor asing senilai Rp678 miliar, dengan tekanan terbesar pada saham-saham blue chip seperti BBRI, BBCA, dan BMRI. Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memproyeksikan IHSG hari ini berpotensi menguat terbatas dengan rentang pergerakan di level support 6.900-7.000 dan resistance pada 7.150-7.280.

Penguatan IHSG di pembukaan pagi ini kontras dengan pergerakan bursa global dan regional Asia Pasifik yang mayoritas memerah. Sentimen negatif dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang mengancam jalur distribusi minyak di Selat Hormuz. Kondisi ini telah mendongkrak harga minyak mentah dunia, di mana jenis WTI menembus USD102,88 per barel dan Brent mencapai USD112,78 per barel. Lonjakan harga energi tersebut menjadi beban utama bagi indeks saham teknologi di Wall Street serta bursa Nikkei dan Kospi yang anjlok cukup dalam.

Meskipun tekanan eksternal meningkat, pelaku pasar sedikit bernapas lega setelah Ketua The Fed, Jerome Powell, menyatakan bahwa ekspektasi inflasi jangka panjang masih relatif terkendali. Sikap wait and see bank sentral AS ini memberikan ruang bagi pasar domestik untuk melakukan konsolidasi. Menurut Fanny, meski dihantui ketidakpastian geopolitik dan lonjakan harga minyak, daya tahan pasar modal Indonesia akan sangat bergantung pada stabilitas nilai tukar dan respons kebijakan moneter dalam menghadapi dampak ekonomi global yang dinamis. Dikutip dari RRI.co.id