Indef: Waspadai Risiko Inflasi 2026, Kebijakan Moneter Harus Pro Sektor Riil

Indef: Waspadai Risiko Inflasi 2026, Kebijakan Moneter Harus Pro Sektor Riil

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) merekomendasikan agar kebijakan moneter lebih difokuskan untuk mendorong sektor riil guna mengantisipasi risiko inflasi pada awal 2026. Direktur Pengembangan Big Data Indef, Eko Listiyanto, memperingatkan bahwa inflasi pada triwulan I dan II tahun 2026 sangat berisiko, terutama pada sektor pangan. Berbeda dengan tahun 2024 yang trennya menurun, inflasi sepanjang 2025 justru menunjukkan kenaikan dari 0,76 persen di Januari menjadi 2,72 persen di November. Indef memproyeksikan inflasi bisa melampaui level 3 persen pada 2026.

Kenaikan ini dipicu oleh faktor musiman seperti curah hujan tinggi yang mengganggu distribusi pangan serta momentum Lebaran pada kuartal I-2026 yang meningkatkan permintaan. Kondisi ini dinilai mempersempit ruang bagi Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga lebih jauh. Meski demikian, Bank Indonesia tetap meyakini inflasi akan terkendali dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen berkat konsistensi kebijakan moneter dan sinergi dengan pemerintah. Indef menekankan pentingnya peran instrumen moneter dalam mendukung produksi sektor riil agar stabilitas harga tetap terjaga di tengah tekanan inflasi pangan. Dikutip dari Antaranews.com