Makassar – Menyongsong perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Kepala Jasa Raharja Kantor Wilayah Sulawesi Selatan, Bapak Mulyadi, menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Kesiapan Pengamanan Idul Fitri 2026. Acara yang berlangsung di Hotel Harper Makassar pada Kamis (5/3/2026) ini menjadi langkah krusial dalam memastikan kelancaran arus mudik di wilayah Sulawesi Selatan.
Rapat koordinasi ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H. Turut hadir dalam forum strategis tersebut Gubernur Sulsel, Bapak Andi Sudirman Sulaiman, serta Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko. Kehadiran para pimpinan lintas instansi, mulai dari Dinas Perhubungan, Pertamina, hingga BMKG, menegaskan komitmen kolektif untuk menghadirkan mudik yang aman dan nyaman.
Dalam arahannya, Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, menekankan pentingnya kewaspadaan personel di lapangan. Beliau menginstruksikan seluruh jajaran untuk memberikan pengamanan maksimal, khususnya pada titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan (black spot).
Senada dengan arahan Kapolda, Bapak Mulyadi menegaskan bahwa Jasa Raharja akan terus berkoordinasi secara real-time dengan pihak Kepolisian untuk memantau setiap kejadian di jalur mudik. Sinergi antara pengamanan fisik dari aparat dan perlindungan asuransi dari Jasa Raharja diharapkan dapat memberikan rasa tenang bagi pemudik.
“Fokus kami adalah memastikan bahwa setiap korban kecelakaan mendapatkan hak santunannya secara cepat dan tepat, sehingga masyarakat merasa terayomi selama perjalanan,” tegas Kepala Jasa Raharja Sulsel.
Operasi Ketupat 2026 dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Fokus pengamanan akan dipusatkan pada jalur mudik utama, pelabuhan, bandara, dan objek wisata guna mengantisipasi kemacetan serta potensi gangguan keamanan seperti Curat, Curas, dan Curanmor (3C). Dengan sinergi yang kuat antara Polri, TNI, Pemerintah Daerah, dan Jasa Raharja, diharapkan angka kecelakaan dapat ditekan seminimal mungkin.
